Labels

Rabu, 26 Mei 2010

Perpisahan

Diantara mereka aku bisa melakukan apapun yang kuingin lakukan.
Mereka biasa-biasa saja. Tapi mereka amat istimewa. Mereka menyenangiku dan aku menyenangi mereka. Diantara mereka aku bahagia mencari ilmu di sekolah. Mereka menyulap bangku sekolah menjadi tempat yang mengasyikkan, tempat yang dirindukan. Kami tak pernah menamai diri kami. Kami mengalir. Kami tak pernah sengaja dipahat menjadi ukiran yang indah. Kami mengalir. Kami tak pernah saling bertukar puisi persahabatan. Kami mengalir. Kami bukan sahabat, kami saudara... Kami mengalir...

Mache, darinya aku belajar tentang ke-shalihah-an seorang perempuan.
Ipit, darinya aku belajar tentang kesabaran.
'Ai, darinya aku belajar tentang keceriaan.
Jantie, darinya aku belajar menghargai orang lain.
Rija, darinya aku belajar tentang kedewasaan.
Ndot, darinya aku belajar tentang kemandirian.
Ijem, darinya aku dituntut tahan banting.

Ah, serunya saat bergila-gilaan dalam foto, saat merumpi dan berebut giliran bercerita, saat mengunjungi kantin bersama, saat menertawakan satu sama lain, saat merencanakan hal-hal yang menakjubkan, saat berbeda dengan umum, saat saling melempar cemooh, kritik, dan masukan...

Itu semua memang telah terbungkus rapi menjadi sebuah cerita masa SLTA.
Kami t'lah menyandang gelar almamater, meski baru kemarin kami dilepaskan.
Kini kami tlah sampai di persimpangan. Setiap orang memiliki tujuan dan jalan hidup yang berbeda. Kami tlah harus melepaskan pegangan tangan yang teranyam diantara kami.

ReTe 4...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar